Cara Memecah Sertifikat Tanah

Ada banyak alasan kenapa orang sampai ingin memecah sertifikat tanahnya. Alasan-alasan yang paling umum terjadi diantaranya seperti tanah warisan yang sudah waktunya dibagi, atau developer yang sudah ingin menjual tanahnya, atau bisa juga karena hanya ingin menjual 1 kapling atau sebagian dari tanahnya saja. Ada pula orang yang ingin menggabungkan sertifikat tanah. Apapun alasannya, tujuannya tetap satu, yakni memecah sertifikat.

Cara Memecah Sertifikat Tanah
Cara Memecah Sertifikat Tanah
Adapun cara memecah sertifikat tanah tersebut adalah dengan mengajukan permohonan pemecahan sertifikat kepada Kantor Pertanahan dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional yang bisa dilimpahkan Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuknya. Tapi sebelum datang kesana, Anda mesti lengkapi dulu persyaratan pemecahan sertifikat tanah berikut:




1. Fotokopi identitas diri, seperti KTP dan KK yang masih berlaku
2. Surat permohonan yang disertai alasan memecah sertifikat
3. Sertifikat tanah, yang sebelumnya sudah di cek keasliannya
4. Surat Ijin Perubahan Penggunaan Tanah, jika terjadi perubahan penggunaan tanah
5. Ijin tertulis dari pemegang hak tanggungan, bagi tanah yang dibebankan hak tanggungannya
6. Surat kuasa dari pemilik tanah, apabila permohonan pemecahan sertifikat diwakilkan
7. Site Plan untuk kawasan pembangunan perumahan ( khusus untuk developer )
8. Surat pernyataan tanah tidak dalam sengketa
9. Surat pernyataan tanah dikuasai secara fisik
10. Surat permohonan untuk mengajukan pengukuran tanah ( ditujukan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan )

Untuk biaya administrasi pemecahan sertifikat, berdasarkan PP No.46/2002 adalah sebesar Rp.25.000 per sertifikat. Biaya ini tidak termasuk biaya pengukuran.

Sementara, untuk lama waktu pemisahan sertifikat itu sendiri berdasarkan PP No.6/2008 adalah maksimal 15 hari. Waktu ini diluar waktu pengukuran tanah.

Demikianlah artikel tentang "Cara memecah sertifikat tanah". Semoga dapat berguna bagi Anda yang membutuhkan dan bagi Anda yang berniat untuk memecah sertifikat tanahnya.

Langkah-Langkah Membangun Perumahan Skala Kecil

Banyak developer berpengalaman menyebutkan, lebih mudah mengembangkan perumahan skala kecil dibanding perumahan skala besar. Menurut mereka, perumahan skala besar sering mengalami banyak kendala, seperti balik modal yang terlalu lama, dan langkah perijinan yang panjang dan rumit. Bagi Anda yang tertarik mengembangkan perumahan skala kecil, berikut kami sajikan langkah-langkah membangun perumahan skala kecil tersebut.

Perumahan Skala Kecil
Perumahan Skala Kecil
Langkah 1, Tentukan Jumlah Rumah
Biasanya pembangunan 4 kapling ke bawah tidak akan membutuhkan perijinan yang panjang dan rumit. Maka pilihlah jumlah rumah yang akan Anda bangun 4 unit ke bawah, apakah empat, tiga, dua, atau hanya satu saja. Sesuaikan dengan anggaran dan kemampuan Anda.

Langkah 2, Tentukan Lokasi 
Setelah mengetahui jumlah rumah yang akan dibangun, sekarang saatnya Anda menentukan lokasi yang tepat untuk pembangunan rumah tersebut. Pilihlah lokasi yang strategis dan menguntungkan.

Langkah 3, Hitung Anggaran
Selanjutnya, hitung anggaran yang Anda butuhkan. Misalnya, Anda membangun 4 unit rumah di atas tanah berukuran masing-masing 100m2.
Maka, 4 x 100m2 = 400m2.
Misalnya, harga tanah Rp.500.000/m2
Maka, 400m2 x Rp.500.000 = Rp.200.000.000
Misalnya, biaya pembangunan rumah Rp.50.000.000/unit
Maka, 4 unit x Rp.50.000.000 = Rp.200.000.000
Biaya perijinan IMB dan lain-lain, anggab Rp.10.000.000
Berarti, anggaran yang Anda butuhkan ialah sebanyak Rp.410.000.000

Langkah 4, Cari Dana
Jika Anda memiliki modal yang cukup maka itu bukanlah masalah. Namun, bila modal Anda kurang Anda bisa mengajukan kredit konstruksi kepada bank. Sebelum mulai membangun rumah, sebaiknya Anda sudah mengantongi dana melebihi anggaran yang dibutuhkan, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Langkah 5, Ajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
Anda dapat mengurus IMB di kantor Perijinan Terpadu atau kantor Perijinan Satu Atap setempat. Untuk mengurus IMB Anda diharuskan membawa syarat-syarat berikut:
1. Gambar kerja Rumah yang akan dibangun
2. Surat pernyataan Tetangga yang disyahkan tetangga kanan, kiri, depan, belakang, RT/RW, Kelurahan, dan Kecamatan
3. Surat Pernyataan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan segala yang ditimbulkan
4. Copy Status Tanah
5. Copy KTP penanggung jawab
6. Copy lunas PBB

  
Langkah 6, Mulai Membangun
Setelah semuanya beres, Anda tinggal membangun rumah. Pastikan pembangunan rumah dilakukan sebaik mungkin, jangan hanya asal jadi. Sebab, kualitas rumah akan ikut menentukan nilai investasi Anda di masa depan.


Itu dia langkah-langkah membangun perumahan skala kecil. Setelah rumah selesai dibangun, Anda tinggal memasarkan atau mempromosikannya ke konsumen. Semoga bermanfaat!

Pertimbangan Utama Sebelum Membeli Rumah

             Membeli rumah dan kendaraan pada dasarnya hanya membutuhkan dua hal yaitu kesiapan materi dan psikologis pemiliknya. Keterbatasan biaya, bisa diatasi dengan solusi lain seperti pinjaman dan fasilitas cicilan. Di sinilah proses pembelian mulai rumit dan panjang.

Sebelum bertransaksi, Anda bisa mempersiapkan diri dengan memenuhi beberapa hal yang juga bisa jadi bahan pertimbangan bagi Anda untuk mulai mempertimbangkan hidup mandiri atau berinvestasi.


Kesiapan finansial
Ini Propertiku
Sebelum mengambil keputusan apapun, bahkan sebelum mulai mencari properti, pastikan dulu mengenal posisi dan kondisi finansial Anda. Mulai dari berapa simpanan uang, modal bergerak dan tidak bergerak yang sudah dimiliki, besaran penghasilan, dan kesanggupan membayar. Semua ini akan berpengaruh pada surat-surat, pajak, dan ketentuan lain yang harus Anda penuhi.

Konsultasikan dengan orang yang ahli di bidangnya. Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan properti, spesialis personal loan atau pinjaman pribadi di bank, atau bankir yang Anda dipercaya.


Mengetahui aset yang Anda miliki sangat penting. Terutama jika ingin mengajukan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Setelah itu, ketahui properti seperti apa yang Anda inginkan. Harga dan ukuran properti akan berpengaruh pada besaran uang muka dan kewajiban Anda mencicil.

Ingat juga bahwa Anda mungkin ingin mempercantik rumah di masa depan atau dalam waktu tidak terlalu lama setelah transaksi pembelian rumah. Selalu sediakan dana cadangan untuk melindungi Anda dari biaya-biaya darurat menghadapi masalah atau bencana. Asuransi juga bisa menjadi pilihan yang bisa menyelamatkan Anda dari keadaan darurat. Hanya, perhatikan dengan baik ketentuan premi yang Anda beli.

Alasan membeli rumah 
Siap secara finansial tidak secara otomatis membuat Anda siap secara psikologis. Sebelum memutuskan akan membeli rumah tinggal, tanyakan pada diri sendiri tujuan membeli rumah. Tujuan ini bisa membantu Anda memilih bentuk, karakter, dan lingkungan rumah yang tersedia di pasar properti atau membangun rumah dari awal sesuai kebutuhan. 

Misalnya, Anda sudah berkeluarga dan berencana membesarkan anak di lingkungan rumah baru. Anda tentu akan mencari rumah dengan lingkungan yang relatif aman, memiliki fasilitas luar ruang untuk berolahraga dan bermain, serta dekat dengan sekolah. Berbeda dengan Anda yang masih lajang dan ingin tinggal di tengah kota. Pastikan memahami dengan baik alasan Anda membeli rumah agar dapat mencapai tujuan tersebut.

Alasan, tujuan, dan kebutuhan akan "mendikte" keputusan Anda memilih jenis rumah (tapak atau vertikal), ukuran, dan lokasi. Berhati-hatilah dalam memilih. Pasalnya, pilihan tersebut akan berpengaruh juga pada kenyamanan, biaya yang akan dikeluarkan di masa depan, dan konsekuensi lainnya.

Ketahui konsekuensinya 
Pilihan Anda akan memiliki konsekuensi. Baik itu membeli rumah baru atau bekas pakai, di tengah kota atau di pinggir kota, rumah tapak atau apartemen. Membeli rumah baru dan rumah bekas pakai memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Jika membeli rumah bekas pakai, pastikan Anda mengecek kondisi rumah tersebut secara mendetil dengan bantuan ahli. Jangan sampai, ketika pindah ke rumah tersebut, Anda baru mengetahui bahwa plafon rumah sudah rapuh karena rayap.


Membeli rumah baru dari pengembang atau membangun sendiri rumah Anda bukannya tanpa masalah dan konsekuensi tersendiri. Apapun pilihan Anda, pastikan mengetahui kelebihan dan kekurangannya sebelum menetap di dalam rumah tersebut. (Sumber).

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Beberapa Hal Penting Sebelum Anda Membeli Rumah.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Kesalahan Dalam Berinvestasi Properti

Investasi properti memang memberikan hasil yang terbilang fantastis. Hal ini memacu semangat banyak orang untuk ikut mencoba mengepakkan sayap di bidang ini. Terlebih berinvestasi properti juga tidak memerlukan tenaga ekstra. Meski begitu bukan berarti investasi properti mudah untuk dijalankan. Seringkali kecerobohan membuat seseorang melakukan kesalahan dalam berinvestasi properti. Berikut ini kami rangkum beberapa kesalahan dalam berinvestasi properti yang sering terjadi.
Kesalahan Dalam Berinvestasi Properti
Kesalahan Dalam Berinvestasi Properti

Berinvestasi karena ikut-ikutan
Tak sedikit orang yang ikut-ikutan berinvestasi properti, karena tergiur melihat orang lain sukses. Akibatnya mereka jadi asal membeli properti tanpa memperhatikan prospek dari properti tersebut. Alhasil, bukannya untung malah buntung, karena ternyata properti yang telah dibeli tidak laku di pasaran. Hal ini merupakan kesalahan yang mestinya bisa disikapi dengan lebih bijak. Jika memang tertarik untuk berinvestasi properti, harusnya pahami dulu seluk-beluk investasi tersebut sebelum melangkah lebih jauh.

Berinvestasi tanpa pemahaman yang cukup
Kadang ada saja orang yang terlalu percaya diri dalam berinvestasi lantas menyepelekannya. Ia menganggab dirinya mampu berhasil dalam berinvestasi tanpa perlu bimbingan siapa pun. Padahal dalam berinvestasi properti, diperlukan trik dan pemahaman yang cukup. Sementara pemahaman tersebut tidak bisa datang dengan sendirinya tanpa adanya sumber. Masukan-masukan dari ahli atau pakar properti merupakan salah satu sumbernya.

Berinvestasi di waktu yang tidak tepat
Sebelum memutuskan membeli, menjual, ataupun menahan properti, penting bagi seorang investor untuk mengetahui saat yang tepat. Jika tidak, investor bisa saja mengalami kerugian yang besar. Misalnya, membeli properti disaat harga sedang naik, lalu menjualnya disaat harga sedang turun. Ini merupakan kesalahan yang fatal bagi seorang investor.

Berinvestasi tanpa pemikiran yang matang
Meski investasi properti terkesan mudah, namun jangan pula serta merta menyepelekannya. Investasi properti sebenarnya juga membutuhkan pemikiran yang matang. Penting bagi seorang investor untuk menargetkan dan menghitung pendapatan yang dihasilkan dari investasi propertinya. Jika tidak diperhitungkan secara akurat, seorang investor tidak akan dapat memaksimalkan laba dari investasinya. Sementara diluar sana investor-investor lain telah menikmati hasil yang melimpah dari investasinya. Kesalahan ini akan sangat merugikan investor.

Beberapa Hal Penting Sebelum Anda Membeli Rumah

              Memasuki awal tahun, bisa dibilang merupakan waktu yang paling pas untuk mewujudkan investasi di rumah impian tersebut. Dengan kisaran harga sewa rumah yang terus meroket dalam beberapa waktu belakangan, tentunya lebih baik untuk segera membayarkan uang muka untuk DP rumah.
Ini Propertiku

Memang keputusan untuk membeli rumah, tidak hanya didasarkan pada kesiapan keuangan. Dengan semakin banyaknya proyek perumahan yang mencoba untuk menggoda anda, maka ada beberapa hal penting sebelum anda membeli rumah tersebut.

Lokasi dan Konektivitas
Dua hal yang paling penting untuk dipertimbangkan saat membeli rumah adalah lokasi dan konektivitas. Pastikan bahwa rumah yang akan Anda pilih memiliki aksesibilitas yang baik, ditambah kedekatan dengan pusat perbelanjaan serta fasilitas medis, dan sarana pendidikan.

Spesifikasi dan Fitur
Sebuah rumah impian tidak lengkap rasanya tanpa semua fasilitas modern yang memungkinkan kita untuk hidup bagaikan raja di dalamnya.

Keamanan dan Lingkungan Sekitar
Saat memilih sebuah rumah, faktor kondisi lingkungan sekitar serta keamanan merupakan hal yang sangat penting. Anda tentunya tidak ingin hidup dalam keadaan yang kacau dengan himpitan bangunan, dan lingkungan yang tidak terjamin keamanannya.

Kelengkapan Fasilitas
Setelah menemukan sebuah rumah di lokasi yang baik, lingkungan yang besar dan konektivitas yang sempurna, Anda tentunya menginginkan keberadaan beberapa fasilitas untuk memperkaya kehidupan seperti gym, atau kolam renang, pusat kebugaran, serta fasilitas lainnya.

Anggaran Tambahan
Saat semua terlengkapi, tidak ada salahnya untuk menambahkan sedikit anggaran untuk menambah kenyamanan yang ada di rumah lewat penambahan fasilitas dan unsur kenyamanan di rumah. (Sumber)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Cerdas Beli Rumah Pertama Kali.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Ciri Properti Yang Tidak Memiliki Nilai Investasi

Investasi properti memang terbilang mudah dan minim risiko. Namun, jangan pula terlalu menggampangkannya. Sebab, ada beberapa properti yang tidak memiliki nilai investasi, bila tidak teliti Anda bisa terjerumus. Agar investasi Anda tidak sia-sia, sebaiknya sebelum mulai berinvestasi Anda kenali dulu ciri properti yang tidak memiliki nilai investasi berikut.

Ciri Properti Yang Tidak Memiliki Nilai Investasi

Properti yang letaknya tidak strategis 
Siapa pun orangnya, pasti lebih mencari properti yang letaknya strategis, apalagi jika itu adalah properti yang digunakan untuk usaha seperti kios atau ruko. Selain sulit menjual atau menyewakannya, harga properti yang letaknya tidak stragis juga akan sulit naik. Investasi seperti ini hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga Anda, ia tidak akan menguntungkan Anda.

Properti yang dokumennya tidak lengkap 
Dokumen yang tidak lengkap akan membuat properti tidak memiliki nilai investasi. Sebab, selain status kepemilikannya tidak kuat, properti jenis ini juga akan dianggab tidak legal sehingga membuatnya tidak laku di pasaran. Adapun kelengkapan dokumen-dokumen tersebut terdiri dari; Sertifikat Hak Milik (SHM), Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) jika properti berupa tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama 10 tahun terakhir, dan dokumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Properti yang sedang dalam sengketa
Ini adalah investasi properti yang paling mengancam. Membeli properti yang sedang dalam sengketa sama saja dengan bunuh diri. Kepemilikan Anda atas properti tersebut tidak akan sah secara hukum, meski Anda sudah nyata-nyata membelinya. Jangan sampai Anda tertipu oleh pihak-pihak yang hanya ingin untung sendiri. Sebaiknya sebelum membeli, Anda periksakan dulu sertifikatnya, apakah properti tersebut sedang dalam sita jaminan, atau sedang berada di bawah hak tanggungan, atau sedang diblokir akibat terlibat sengketa hukum.

Itu dia beberapa ciri properti yang tidak memiliki nilai investasi. Pahami juga properti yang memiliki nilai investasi. Semoga informasi tersebut berguna bagi Anda para calon investor properti.

Tips Cerdas Beli Rumah Pertama Kali

               Membeli rumah itu gampang-gampang susah. Apalagi Anda yang baru pertama kali akan membeli rumah. Belum lagi cara pembayaran yang akan Anda pilih pun sangat mempengaruhi proses yang akan Anda lewati.

Anda keluarga baru atau Anda yang sedang berencana untuk membeli rumah pertama?
Ini Propertiku
Jangan remehkan sejumlah hal di bawah ini agar tidak menyesal di kemudian hari. 
Juga, proses transaksi Anda bisa berjalan dengan lancar. 

Berikut tips cerdas buat Anda yang ingin membeli rumah pertama kali :
Memilih Lokasi
Lokasi merupakan faktor paling penting ketika kita membeli rumah. Maka wajar jika di dunia properti orang mengenal istilah, lokasi, lokasi dan lokasi. Tidak hanya pembeli rumah pertama, semua orang akan melihat lokasi sebagai hal yang utama dalam membeli rumah. Lokasi berkaitan dengan akses transportasi, ketersediaan fasilitas umum, aman tidaknya dari bahaya banjir dan sebagainya.

Harga
Anda perlu merencanakan terlebih dahulu, berapa harga rumah yang mau Anda beli? Sehingga Anda lebih fokus di perumahan yang menawarkan harga sesuai yang Anda inginkan. Dengan demikian Anda bisa menghemat waktu untuk kegiatan Anda lainnya.

Track Record Developer
Sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang baru, ada baiknya lihat dulu siapa pengembangnya. Bagaimana track record developer selama ini. Apakah sering terlambat untuk serah terima rumahnya? Bagaimana kualitas bangunan di project-project perumahan sebelumnya. Untuk mengetahuinya Anda bisa mencari testimoni tentang perumahan atau developer itu di internet.

Kelengkapan Fasilitas
Anda bisa memilih rumah sesuai keinginan Anda dengan beragam fasilitas yang ditawarkan oleh developer. Fasilitas setidaknya bisa kita lihat baik fasilitas intern dan ekstern. Intern biasanya meliputi fasilitas ibadah, tempat olahraga, taman bermain. Dan yang tidak kalah pentingnya juga yaitu fasilitas ekstern seperti kedekatan perumahan itu dengan rumah sakit, sekolah, pasar dan tempat rekreasi keluarga, turut menjadi faktor penentu pilihan bagi pembeli.

Kemudahan Cara Pembayaran
Ada beberapa cara pembayaran rumah yang biasanya ditawarkan oleh pengembang yaitu tunai keras, tunai bertahap dan KPR. Bagi Anda yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup, cara bayar tunai keras tentu menjadi pilihan. Developer akan memberikan diskon yang besar pagi pembeli dengan cara ini. Tapi bagi yang kemampuan keuangannya masih minim, cara bayar KPR dan tunai bertahap yang panjang tentu menjadi pilihan paling tepat.

Pastikan Kapan Serah Terima Unit
Bertanyalah ke developer, kapan Anda bisa menempati unit rumah yang Anda beli. Jika terjadi keterlambatan, konsekuensi apa yang akan diterima oleh developer.

Biaya Tambahan
Setelah memutuskan membeli rumah, alokasikan biaya tambahan diluar harga beli rumah. Biaya tambahan ini biasanya meliputi Ppn, biaya KPR, biaya peningkatan BPHTB dan sebagainya. Kisarannya beragam, dan untuk berjaga-jaga biasanya besaran biaya tambahan ini berkisar 15 persen sampai dengan 20 persen. (Sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Cerdas Beli Rumah Bermodal Minim.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Kenali Properti Yang Memiliki Nilai Investasi

Bila ingin sukses dalam berinvestasi properti kita harus cerdas dan pintar-pintar mencari peluang. Salah satunya, yaitu cari dan kenali properti yang memiliki nilai investasi. Ini penting demi mendapatkan keuntungan yang maksimal. Adapun properti yang memiliki nilai investasi tersebut antara lain:

Properti yang lokasinya strategis
Lokasi memiliki peranan yang amat penting bagi daya tarik sebuah properti. Semakin strategis lokasinya, semakin banyak pula peminatnya, harganya pun juga semakin meningkat. Karena itulah, berinvestasi properti yang letaknya strategissangat dianjurkan. Sebab selain harganya mudah naik, menjualnya pun juga tidak sulit.

Kenali Properti Yang Memiliki Nilai Investasi
Kenali Properti Yang Memiliki Nilai Investasi
Properti yang dekat dengan pusat kota dan tempat umum
Properti yang dekat dengan pusat kota, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, sekolah, perguruan tinggi, bank, dan tempat-tempat umum lainnya merupakan properti yang paling diburu banyak orang. Karenanya properti seperti ini merupakan salah satu properti yang memiliki nilai investasi yang tinggi.

Properti yang akses transportasinya mudah
Kita tahu, sekarang orang kalau mau kemana-mana tidak jamannya lagi berjalan kaki. Bagi yang tidak punya kendaraan sendiri, jika ingin kemana-mana mereka memerlukan transportasi seperti angkot, ojek, atau taksi demi menghemat waktu dan tenaga mereka. Itulah mengapa properti yang akses transportasinya mudah sangat disukai semua kalangan. Otomatis ini tentu akan menjadi properti yangmemiliki nilai investasi yang bagus.

Properti yang dijual pemiliknya di bawah harga pasar
Biasanya penjual yang seperti ini adalah orang-orang yang sedang terdesak, seperti butuh biaya untuk berobat atau terlilit hutang. Karena membutuhkan uang segera, mereka cenderung akan menjual properti mereka di bawah harga pasar. Manfaat membeli properti jenis ini, keuntungan yang kita dapat akan jauh lebih tinggi karena membeli properti dengan harga yang lebih murah.

Demikianlah artikel tentang "kenali properti yang memiliki nilai investasi". Semoga dapat menjadi referensi untuk Anda yang sedang ingin mulai berinvestasi properti. Good luck!

Jenis Investasi Properti Yang Berisiko

Yang namanya investasi memang akan selalu memiliki risiko, tidak terkecuali investasi properti. Meski demikian, investasi properti terbilang memiliki risiko yang cenderung lebih kecil jika dibandingkan investasi lain. Akan tetapi jangan pula terlalu meremehkan atau mengabaikan kemungkinan risiko tersebut. Jika tidak hati-hati Anda bisa dijerumuskan oleh pihak-pihak yang hanya ingin memperkaya diri sendiri. Adapun jenis investasi properti yang berisiko tersebut antara lain:

Jenis Investasi Properti Yang Berisiko
Jenis Investasi Properti Yang Berisiko
Properti yang legalitasnya bermasalah 
Properti yang sertifikat atau dokumentasinya dipalsukan tidak akan laku dipasaran. Investasi properti jenis ini hanya akan sia-sia. Biasanya yang sering terjebak adalah orang-orang yang kurang pengetahuan atau pengalaman mengenai properti. Niat hati ingin berinvestasi tapi malah rugi besar. Jika tak mau hal ini terjadi pada Anda sebaiknya sebelum memutuskan untuk berinvestasi terlebih dahulu Anda cek keaslian dokumentasinya. Hubungi konsultan properti, notaris, atau pengacara Anda.

Properti yang letaknya tidak strategis 
Investasi properti jenis ini juga termasuk investasi yang berisiko. Properti yang letaknya tidak strategis ini selain sulit menjualnya kembali, dari segi harga juga akan sulit naik, bahkan mungkin bisa turun. Sebaiknya sebelum membeli Anda cek terlebih dahulu sekeliling lokasi properti. Tidak ada salahnya bertanya pada penduduk setempat tentang bagaimana perkembangan lokasi tersebut kedepannya.

Properti yang keberadaannya tidak dibutuhkan
Meski lokasi sudah strategis, tapi properti yang akan dibangun tidak dibutuhkan disana tetap saja percuma. Misalnya membangun kos-kosan di lokasi ramai penduduk sementara disekitar sana pabrik-pabrik, kantor, atau universitas tidak ada. Siapa yang akan tertarik ngekos disana? Tentu tidak akan ada!

Properti yang kondisinya tidak baik 
Investasi properti jenis ini juga bisa berisiko. Tidak akan ada yang mau tinggal di rumah yang sudah rusak, apalagi sudah tidak layak huni. Sebaiknya sebelum membeli Anda amati terlebih dahulu kondisi bangunan, jika masih bisa diperbaiki tak apa, tapi jika sudah terlalu tua dan lapuk sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk membelinya.

Itu dia beberapa jenis investasi properti yang berisiko yang patut Anda waspadai. Jika ingin sukses Anda harus teliti, jangan sekali-kali meremehkan sesuatu, meski kecil sekalipun. Semoga bermanfaat!

Tips Beli Rumah Bermodal Minim

Bisnis.com – Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang dianggap sebagai safe haven, namun seringkali seseorang terganjal masalah dana ketika ingin memulainya.

Fitriavi Noeriman, perencana keuangan dari QM Financial, mengatakan sebenarnya ada
Ini Propertiku
strategi untuk menyiasati minimnya modal ketika ingin berinvestasi di sektor properti.

Yang pertama adalah memilih rumah atau apartemen yang masuk kategori low end, sehingga masih terjangkau anggarannya.

Setelah itu, pilih lokasi yang tepat. Caranya adalah dengan memperhatikan lingkungan sekeliling rumah atau apartemen itu, apakah ada universitas, perkantoran, dan sebagainya. Cari tahu juga rata-rata tingkat okupansi di daerah tersebut, bukan dari tim sales pengembang, tapi secara mandiri.

Dia bahkan menyarankan untuk memilih daerah di luar Jakarta seperti Ciputat, Bandung, dan Bintaro, yang masih relatif terjangkau.

Pengembang, kontraktor, dan tim manajemen yang terlibat dalam proyek properti tersebut juga harus menjadi salah satu pertimbangan.Sebab, jika asal memilih, bisa saja muncul masalah di kemudian hari seperti proyek terlambat selesai atau spesifikasi tidak sesuai.

“Kemudian pilih cara pembayarannya dengan menyicil, dan kalau bisa ambil tenor yang cukup lama, sehingga tidak memberatkan cash flow keuangan bulanan kita. Maksimal utang itu 30% dari pendapatan bulanan,”

Dia menambahkan, meskipun saat ini Bank Indonesia telah memberikan aturan bahwa uang muka yang harus disetor minimal 30% dari nilai properti, banyak pengembang memberi keringanan dimana DP itu bisa dicicil hingga 6 kali.

Jika sudah menentukan cara pembayaran, calon investor bisa memutuskan apakah dia akan menyewakan propertinya itu ala tuan tanah atau sekedar profit gain.

Sebagai gambaran, jika kita membeli apartemen sebelum bangunannya jadi secara total, dan kemudian menjualnya ketika sudah beroperasi, margin-nya bisa 200%.

Sementara itu, dia menambahkan, terkadang ada orang yang berinvestasi properti dengan membangunnya  sendiri. Dengan kata lain, tidak membeli bangunan yang sudah jadi. Mengenai hal ini, Fitriavi berpendapat, agak kurang efisien.

“Sebab kalau kita membangun rumah sendiri, seringnya ingin menambahkan ini itu, sehingga ada kecenderungan over budget. Jangan lakukan ini jika dana terbatas, dan jika ada budget, tambahkan 30% dari perencanaan semula untuk antisipasi,” jelas Fitriavi. (Sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil Ke Bank.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Tips Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil Ke Bank

Di masa seperti saat ini semakin sulit bila seorang karyawan dengan penghasilan pas-pasan ingin mempunyai rumah.  Selain memang susah mengalokasikan anggaran nya, harga rumah dari waktu ke waktu juga selalu meningkat. 
Ini Propertiku

Solusi pada umumnya adalah melakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik dengan bunga mengambang (floating rate), maupun bunga bersifat tetap (fixed rate).

Namun, menurut Hari Putra, motivator finansial dan managing director WF 19 Technology Inc. (www.p3kcheckup.com), sebetulnya ada beberapa Tips Cerdas agar bisa beli Rumah tanpa harus menyicil di Bank

Hari berpendapat, yang pertama-tama harus dilakukan adalah berkenalan dengan rekan-rekan kerja yang berkecimpung di dunia real estat dan properti. Hal tersebut baik untuk kemudahan urusan dan pengetahuan seputar rumah dan tanah, beserta faktor hukum yang meliputinya. 

“Dari mereka Anda juga bisa mencari tahu tipe rumah yang dikehendaki, lokasi yang Anda inginkan, serta harganya saat ini dan harga di masa depan, ketika Anda sudah menabung dan berinvestasi,” jelas Hari. 

Setelah Anda tahu rumah seperti apa yang diinginkan, barulah Anda menerapkan strategi kreatif buah pemikiran Hari berikut ini :

Angel investor. 
Adalah orang atau institusi yang mau membantu membelikan rumah yang Anda inginkan, tanpa pamrih dan tanpa riba. Artinya, yang bersangkutan tidak mengutip penambahan uang sepersen pun, dan membantu semata-mata karena ingin mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. “Memang agak sulit di era yang serba mencari keuntungan saat ini,” aku Hari. “Tetapi, jika kita peka, selalu ada saja orang-orang seperti ini disekitar kita. Bahkan bagi mereka, semakin tidak dikenal, semakin bahagia mereka bisa membantu.”

Dengan demikian, menurut Hari, tiap bulan Anda bisa mencicil tanpa harus dibayang-bayangi rasa takut akan gagal bayar dan penyitaan rumah, seperti yang lazimnya dikhawatirkan bila menyicil lewat bank. “Yang Anda butuhkan adalah integritas pribadi untuk melunasi hutang-hutang tanpa bunga tersebut,” tegas Hari

Menabung dalam dinar emas. 
Jika Anda sudah tahu rumah yang dikehendaki dan harganya, yang selanjutnya harus dilakukan adalah menabung hingga mencapai harga tersebut – misalnya Rp300 juta. Tetapi masalahnya, ketika Anda sudah punya uang Rp300 juta – yang ditabung selama tiga tahun untuk membeli rumah tersebut, harga rumah tersebut membumbung menjadi lebih dari yang Anda sudah tabung. Dengan kata lain, sampai kapanpun Anda tidak bisa memiliki rumah idaman tersebut. 

Solusinya, menurut Hari, adalah dengan menabung dalam bentuk koin dinar emas atau emas dalam bentuk koin yang beratnya 4,25 gram. Jika dahulu, di abad ke-7 Masehi, satu koin dinar emas bisa membeli seekor kambing, hari ini dengan jumlah koin dinar emas yang sama masih dapat membeli sekor kambing terbaik.  “Ini berarti selama kurun waktu 14 abad tidak ada inflasi,” jelas Hari. 

Sehingga, misalnya Anda punya 148 koin dinar emas, di mana daya beli satu koin dinar emas per 5 Agustus 2013 Masehi adalah Rp 2.030.000,- (menurut www.wakalanusantara.com) maka rumah seharga Rp300 juta yang dalam tiga tahun mengalami kenaikan cukup signifikan, akan tetap kita bisa beli, bahkan malah ada sisa untuk bisa membeli perabotan lainnya.

Caranya, setelah terkumpul 148 koin dinar emas, cari rumah yang pemiliknya mau dibayar dengan menggunakan koin dinar emas tersebut.

Investasi di sektor riil. 
“Jika hari ini Anda terbiasa hidup dengan investasi pasar finansial atau paper asset, dengan kemungkinan pertumbuhannya antara 15-30 persen per tahun, kenapa tidak mencoba untuk berbisnis di sektor riil dengan menjual produk halal yang sedang digemari masyarakat?” tantang Hari. 

Hari menjelaskan bahwa dengan menjadi distributor yang memiliki banyak jaringan agen, dan semakin banyak agen yang bekerja untuk Anda, maka semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan sehingga bisa kelak membeli rumah idaman Anda.

Agen properti.
Dengan semakin banyaknya kelas menengah atas yang pertumbuhannya dari hari ke hari kian pesat, kebutuhan akan rumah juga semakin urgent. “Otomatis, permintaan akan penjual rumah terorganisir atau Agen Properti, juga meningkat,” ungkap Hari.   

Ini bisa jadi cara yang kreatif namun butuh kegigihan untuk bisa mendapatkan komisi yang berkisar 1-3% dari harga jual rumah, yang jika terus dilakukan, bisa membeli rumah idaman Anda.

Sweat equity developer.
Tidak banyak yang menekuni profesi di bidang developer. Selain karena perlu waktu untuk memahami alur kerjanya hingga dapat menghasilkan, juga tidak sedikit modal yang harus dikeluarkan. Tetapi dengan sweat equity developer alias pengembang modal dengkul, menurut Hari Anda bisa memiliki rumah idaman.  

“Caranya, Anda mengumpulkan dua jenis pemilik, yaitu pemilik lahan dan pemilik uang, yang kelak Anda gunakan untuk biaya operasional kantor dan biaya promosi seadanya,” jelas Hari. “Lalu buat kesepakatan, jika Anda bisa mendapatkan pembeli – tentu dengan support si pemodal – maka salah satu rumah yang akan dibangun adalah milik Anda.”  

Memang butuh waktu minimal dua tahun untuk bisa merealisasikannya, paling tidak selama kurun waktu tersebut, Anda semakin mahir dalam bidang properti.

Selamat mencari rumah! (Antono Purnomo) - Sumber


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Sukses Ala Robert T.Kiyosaki.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Pasif Income Dari Bisnis Kontrakan

Apa pekerjaan Anda sekarang? Jika seandainya Anda sudah tak bisa lagi bekerja masihkah Anda memperoleh pemasukan atau gaji? Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana Anda akan memenuhi kebutuhan hidup Anda jika Anda tua nanti dan tidak lagi bisa bekerja? Atau pernahkah Anda berpikir bagaimana Anda mendapatkan uang jika seandainya penyakit atau musibah tiba-tiba menimpa Anda hingga membuat Anda tak bisa lagi bekerja?

Pasif Income Dari Bisnis Kontrakan
Pasif Income Dari Bisnis Kontrakan

Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti. Tapi hal-hal buruk tersebut tidaklah mustahil untuk terjadi pada diri setiap manusia. Maka demi mengantisipasi dampak kemiskinan dan kemelaratan dari hal buruk tersebut kita perlu mempersiapkan strategi untuk menghadapinya. Strategi yang paling jitu adalah dengan mulai menggeluti bisnis yang menghasilkan pendapatan terus-menerus tanpa perlu bekerja, atau lebih dikenal dengan bisnis pasif income. Salah satunya adalah bisnis kontrakan.

Bisnis kontrakan ini modalnya hanya sekali, yaitu hanya untuk membangun atau membeli rumah kontrakannya saja. Tetapi pemasukan darinya bisa diperoleh terus-menerus. Mengelolanya pun juga tak sulit. Paling cuma soal memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil kontrakan dan menagih uang sewanya saja. Jika Anda berhalangan Anda bisa minta tolong orangtua/istri/suami/anak Anda. Itu bila jumlah kontrakannya dalam skala kecil. Bila jumlah kontrakannya dalam skala besar, kemungkinan Anda butuh jasa orang lain untuk menagih uang sewa, mengontrol ketertiban, kebersihan, keamanan, dll. Meski begitu, tak akan mengurangi pendapatan Anda, sebab semakin banyak jumlah kontrakannya penghasilan yang Anda dapatkan pun akan semakin banyak pula. Perhatikan contoh perhitungan pasif income dari bisnis kontrakan berikut!

Biaya sewa kontrakan per petak rata-rata Rp.350.000/bulan (listrik dan air ditanggung penyewa)
Jika Anda punya 10 kontrakan berarti, Rp.350.000 x 10 = Rp.3.500.000/bulan, yaitu sama dengan Rp.42.000.000/tahun. Itu baru skala kecil. Bayangkan bila Anda punya 20 - 30 kontrakan! Anda bisa memperoleh penghasilan sampai Rp.10.500.000/bulan, yaitu sama dengan Rp.126.000.000/tahun.

Bagaimana? Sangat menggiurkan, bukan? Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda tak perlu terlalu memusingkan modal, Anda bisa memulainya dari 3 - 5 rumah dulu.

Laba-Rugi Bisnis Kos-Kosan

Bagi Anda yang sedang ingin memulai bisnis kos-kosan, sangat penting untuk Anda memahami terlebih dahulu seluk-beluknya bisnis ini. Salah satu yang harus Anda ketahui sebelum Anda benar-benar menceburkan diri ke dalam bisnis ini adalah "Laba dan ruginya".

Laba-Rugi Bisnis Kos-Kosan
Laba-Rugi Bisnis Kos-Kosan
Baiklah, kita bahas dulu ruginya.
Kerugian atau kekurangan dari bisnis kos-kosan ini adalah:
  • Kemungkinan Anda akan repot menangih uang sewa kos setiap bulannya, sebab nanti bisa saja ada penyewa yang telat atau nunggak membayar uang sewa kosnya.
  • Mengurus kos-kosan juga lebih ribet ketimbang mengurus rumah kontrakan, sebab rumah kos memerlukan penjagaan dan perhatian khusus agar keamanan dan kenyamanan penyewanya selalu terjaga.
  • Sebagai pemilik kos, tentu Anda bertanggung jawab atas keselamatan para penyewa kos Anda. Ini berarti Anda harus selalu memantau mereka, karena walaupun Anda telah menetapkan peraturan terhadap penyewa sewaktu-waktu bisa saja ada yang melanggar. Misalnya, keluar tengah malam bagi yang wanita.

Sementara untuk laba, ada dua tipe perhitungan yang akan kita bahas.

Pertama, jika Anda memulai bisnis kos-kosan ini dari 0 (nol).

Bila Anda memulai bisnis kos-kosan dari 0, maka laba baru akan Anda peroleh setidaknya setelah bisnis ini berjalan selama empat tahun. Mungkin di tiga tahun pertama keuntungan yang Anda dapatkan baru hanya sebatas menutupi modal awal Anda, tapi yakinlah di tahun ke-empat dan tahun-tahun selanjutnya Anda akan merasakan nikmatnya bisnis kos-kosan ini. Mengapa sampai demikian? Coba Anda amati contoh perhitungan laba bisnis kos-kosan untuk 10 kamar dalam waktu 1 tahun berikut ini.

A. Biaya pembelian tanah
Misalnya, Rp.1.000.000/m2, ukuran 1 kamar 6m2
Jadi, 6m2 x 10 x Rp.1.000.000 = Rp. 60.000.000

B. Biaya pembangunan rumah
Misalnya Rp.2.000.000/m2
Jadi, 6m2 x 10 x Rp.2.000.000 = Rp.120.000.000

C. Biaya lain-lain, misalnya Rp.5.000.000

D. Biaya untuk perlengkapan
Tempat tidur dan kasur : 10 x Rp.700.000 = Rp.7.000.000
Lemari : 10 x Rp.300.000 = Rp.3.000.000
Kursi dan meja belajar : 10 x Rp.150.000 = Rp.1.500.000
Jumlah total : Rp.11.500.000

E. Biaya untuk penjaga keamanan dan asisten rumah tangga (cuci, setrika, dan bersih-bersih)
1 bulan : Rp.3.000.000
1 tahun : Rp.3.000.000 x 12 = Rp.36.000.000

F. Biaya PBB, sampah, listrik, air, telepon
1 bulan : Rp.1.500.000
1 tahun : Rp.18.000.000

G. Biaya memperbaiki kerusakan peralatan, dalam 1 tahun kita perkirakan terjadi kerusakan sebanyak Rp.1.000.000

H. Biaya perawatan, dalam 1 tahun kita perkirakan sebanyak Rp.1.000.000

Jadi, jumlah modal awal yang Anda keluarkan selama 1 tahun pertama adalah,
(biaya pembelian tanah + biaya pembangunan rumah + biaya lain-lain + biaya perlengkapan kamar + biaya penjaga keamanan dan asisten rumah tangga + biaya PBB, listrik, air dan telepon + biaya perawatan + biaya perbaikan)
Rp.60.000.000 + Rp.120.000.000 + Rp.5.000.000 + Rp.11.500.000 + Rp.36.000.000 + Rp.18.000.000 + Rp.1.000.000 + Rp.1.000.000 = Rp.252.500.000

Sementara, pendapatan di tahun pertama hanyalah,
Misalnya biaya sewa per bulan Rp.700.000/peyewa
Berarti, Rp.700.000 x 10 = Rp.7.000.000
1 tahun = Rp.7.000.000 x 12 = Rp.84.000.000

Berarti lama bisnis ini berjalan hingga menghasilkan laba adalah,
Modal awal (dibagi) laba 1 tahun
Rp.252.500.000 : Rp.84.000.000 = 3
Artinya, modal akan kembali selama tiga tahun pertama, artinya lagi, Anda baru akan mendapatkan laba di tahun ke-empat dan seterusnya. Berapa labanya? Anda hitung saja selisih biaya sewa pertahun dengan biaya penjaga dan asisten rumah tangga ditambah biaya listrik, air, dll.

Kedua, Jika Anda sudah memiliki rumah yang pas untuk dijadikan rumah kos.

Namun apabila Anda sudah punya rumah yang pas untuk dijadikan rumah kos, berarti Anda tak perlu lagi mengeluarkan modal yang besar untuk membeli tanah dan pembangunan rumah. Biaya yang Anda keluarkan mungkin hanya biaya untuk perlengkapan kamar saja, ditambah sedikit biaya renovasi rumah. Ini berarti juga, Anda tidak perlu menunggu sampai empat tahun untuk memperoleh laba. Laba akan langsung Anda dapatkan setelah kos-kosan Anda ditempati penyewa.

Menjadi Developer Kecil-Kecilan

Mayoritas orang beranggapan bahwa untuk menjadi developer (pengembang) itu dibutuhkan pengalaman dan keahlian khusus di bidangnya. Selain itu, mereka juga menganggap untuk bisa terjun menjadi developer seseorang harus dulu mengantongi dana yang besar.

Menjadi Developer Kecil-Kecilan
Menjadi Developer Kecil-Kecilan
Mungkin anggapan itu benar. Tetapi juga bukan berarti mustahil bagi orang awam atau orang biasa yang tidak punya keahlian, pengalaman, dan dana yang besar bisa menjadi developer. Ketahuilah bahwa sebenarnya modal yang paling utama itu adalah kemauan. Kemauan yang tinggi akan membuat seseorang berpikir kreatif untuk meraih apa yang ia inginkan. Begitu pula halnya dengan developer. Jika Anda benar-benar tertarik menekuni bisnis ini, maka Anda haruslah berpikir kreatif.  Jika Anda tak punya pengalaman Anda bisa menyiasatinya dengan mencari informasi dari berbagai sumber mengenai developer. Jika Anda tak punya keahlian Anda juga bisa menyiasatinya dengan belajar kepada ahlinya. Jika Anda tak punya dana Anda bisa mencari orang yang mau meminjamkan dana untuk Anda. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan bila Anda seorang yang ingin menjadi developer tetapi tidak memiliki dana.

Yang pertama sekali yang harus Anda lakukan adalah mencari tanah. Bisa tanah milik orang tua, kerabat, teman, atau orang lain. Yakinkan mereka agar mau bekerja sama dengan memberi bayangan keuntungan yang akan mereka peroleh nantinya. Kuatkan keyakinan mereka dengan surat perjanjian.

Selanjutnya, yang harus Anda lakukan adalah membuat rancangan bangunan dan rancangan anggaran yang diperlukan. Disini Anda juga bisa meminta arsitek untuk membantu Anda jika tak punya keahlian di bidang ini.

Langkah berikutnya adalah mencari modal untuk membangun rumah. Anda bisa mencari pembeli dengan bermodalkan gambar yang telah dirancang arsitek tadi. Jika sudah ada yang tertarik, selanjutnya Anda minta DP sebagai tanda jadi. Jika sudah Anda kantongi DP-nya Anda sudah bisa memulai pembangunannya. Jangan lupa membuat perjanjian bagaimana cara pembayaran selanjutnya. Ingat! Setiap perjanjian mesti jelas hitam diatas putihnya.

Cara lain yang juga bisa Anda gunakan untuk mendapatkan modal adalah dengan mengajukan kredit konstruksi, dengan catatan sertifikat haruslah atas nama Anda sendiri. Jika itu bukan tanah milik Anda, maka Anda perlu membalik namakan sertifikatnya terlebih dahulu. Anda bisa yakinkan pemilik tanah dengan perjanjian bermaterai. Tapi Anda harus jeli dan hati-hati, pastikan pinjaman cukup untuk mendanai rumah sampai dengan tahap akhir (selesai).

Terakhir, setelah rumah selesai dibangun, langkah selanjutnya Anda tinggal mempromosikan rumah tersebut. Caranya dengan memasang iklan, dll.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Investasi Rumah Dan Tanah, Mana Yang Lebih Untung?

Apakah Anda seorang yang memiliki simpanan uang dan sedang ingin menginvestasikannya? Atau Anda sedang bingung ingin menginvestasikan uang Anda pada rumah atau pada tanah? Anda bingung manakah yang lebih menguntungkan? Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan investasi rumah dan tanah yang wajib Anda ketahui sebagai panduan atau referensi bagi Anda yang sedang ingin berinvestasi.

Investasi rumah
a. Kelebihannya
  • Orang cenderung lebih tertarik membeli rumah dibanding membeli tanah, karena itulah menjual rumah akan lebih mudah daripada menjual tanah.
  • Rumah bisa disewakan, sementara tanah tidak. Jika Anda memilih rumah, berarti Anda berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan sambil Anda menunggu harga rumah naik.
  • Rumah lebih mudah dijadikan sebagai agunan Bank. Sehingga saat Anda terdesak, ia bisa menjadi malaikat penolong Anda.
  • Investasi Rumah Dan Tanah
    Investasi Rumah Dan Tanah
  • Rumah juga bisa dijadikan tempat tinggal, jika sewaktu-waktu Anda membutuhkannya.
b. Kekurangannya
  • Kenaikan harga rumah lebih rendah daripada tanah, yaitu hanya berkisar 15 - 20% per tahun.
  • Rumah memerlukan biaya perawatan. Sebab, jika rumah tidak dirawat bisa-bisa harga jualnya akan turun.
  • Selain biaya perawatan, Anda juga mesti mengeluarkan biaya asuransi jika Anda tak mau investasi Anda sia-sia apabila sewaktu-waktu terjadi musibah.
  • Selain itu, Anda juga akan diwajibkan membayar pajak rumah, yang biasa disebut PBB.

Investasi tanah
a. Kelebihannya
  • Kenaikan harga tanah cenderung lebih tinggi daripada rumah. Ya, berkisar antara 20 - 25% per tahun.
  • Tidak ada biaya perawatan.
  • Tidak ada biaya asuransi, karena tidak memiliki risiko.
b. Kekurangannya
  • Tanah agak susah jika disewakan. Jadi Anda tidak akan mendapatkan penghasilan tambahan dari investasi tanah saat Anda sedang menunggu harga tanah naik.
  • Sulit dijadikan sebagai agunan Bank.
  • Menjualnya pun juga cenderung lebih sulit, ditambah lagi jika tanahnya juga luas. Sebab, sedikit sekali orang yang berminat membeli tanah dalam ukuran yang luas.
Demikianlah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing investasi rumah dan tanah, mana yang lebih untung menurut Anda? Investasi rumah atau tanah? Silahkan Anda nilai dan pertimbangkan sendiri! Akan tetapi kami lebih merekomendasikan untuk memilih investasi rumah. Sebab, menurut kami investasi rumah lebih menguntungkan dibanding investasi tanah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat sebagai referensi Anda dalam berinvestasi!

Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal

Menurut logika, uang memang menjadi modal utama dalam memulai suatu usaha atau bisnis. Akan tetapi itu tidaklah selalu benar. Jika Anda termasuk salah seorang yang sedang ingin berbisnis tapi tidak memiliki modal. Maka bisnis properti wajib untuk Anda lirik. Yap, untuk memulai bisnis properti Anda tidak harus memiliki modal. "Masa sih, properti itu kan melibatkan banyak uang, mana mungkin bisa dimulai tanpa modal". Mungkin kalimat itu yang sekarang terlintas di pikiran Anda. Tapi tenang! Sebentar lagi pemahaman Anda mengenai hal itu akan segera sirna. Tapi sebelum itu, Anda mesti tahu dulu apa saja yang termasuk ke dalam kategori properti tersebut. Berikut ini diantara properti yang bisa Anda jadikan bisnis:
1. Tanah
2. Tempat tinggal, seperti rumah, rusun, kontrakan, dan kos-kosan
3. Tempat usaha seperti kios, ruko, dan rukan
4. Apartemen
Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal
Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal
Lalu, bagaimana caranya untuk bisa memulai bisnis properti tersebut tanpa modal sama sekali? Ada dua opsi yang bisa Anda pilih:

Opsi pertama, dengan mencari iklan-iklan atau informasi mengenai properti yang akan dijual. Bisa dengan melihat di pinggir-pinggir jalan, di komplek, koran, atau internet. Setelah Anda mendapatkan properti yang akan dijual, selanjutnya Anda tanyakan kepada penjual berapa harga yang diinginkannya. Setelah itu, carilah orang yang mau membeli properti tersebut dengan harga diatas harga yang ditawarkan si penjual atau pemilik properti tadi. Nah, dari sana Anda bisa mendapatkan keuntungan tanpa perlu mengeluarkan modal.

Opsi kedua, dengan menjadi agen properti. Anda bisa menjadikan rumah Anda sebagai kantornya. Cukup hanya dengan memajang papan nama di depan rumah Anda saja. Lalu dengan sendirinya orang-orang yang sedang ingin menjual maupun yang ingin membeli properti akan mencari Anda untuk kemudian meminta Anda membantu mereka. Yang mana jika ia seorang yang ingin menjual properti, maka ia tentu akan meminta Anda untuk mencarikan orang yang mau membeli propertinya. Dan jika ia seorang yang ingin membeli properti, maka ia akan meminta Anda untuk mencarikan properti seperti yang ia inginkan. Properti yang sudah ditetapkan harganya bisa Anda tawarkan sedikit lebih tinggi kepada calon pembeli, dari situ saja Anda sudah mendapatkan keuntungan. Belum lagi nanti komisi dari penjual dan pembeli yang merasa sudah terbantu oleh Anda, sudah barang tentu mereka juga akan memberikan bagian yang pantas untuk Anda. Bagaimana? Cukup menggiurkan, bukan?

Demikianlah cara memulai bisnis properti tanpa modal sama sekali. Silahkan Anda pilih opsi mana yang sesuai dengan kriteria Anda! Semoga bermanfaat!