Investasi properti saat ini masih merupakan idola bagi para investor. Karena jenis Investasi properti ini lebih bersifat sustainable, atau bisa bertahan hingga jangka waktu yang relatif panjang.
Jenis investasi properti juga potensial. Mengapa potensial? Salah satu alasannya adalah harga properti yang cenderung selalu naik merupakan keuntungan bagi para investor. Properti yang dimaksud disini berupa tanah, rumah atau apartemen.
Pasar properti Indonesia sampai dengan hari ini memang masih cukup menggiurkan. Sedangkan pemainnya masih didominasi oleh pengusaha properti lokal. Selain itu, aliran dana asing juga cenderung mengalir deras ke pasar properti nasional.
Melihat prospek yang begitu menjanjikan di bisnis properti ini, pihak Bank juga memiliki produk properti yakni Kredit Pemilikan Apartemen dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPA / KPR).
Investasi properti memang menjanjikan keuntungan, namun para investor juga sebaiknya harus jeli dalam melihat kelebihan dan kekurangan investasi properti miliknya. Setidaknya ada beberapa keuntungan dari investasi properti, yaitu jika dibandingkan dengan instrumen investasi finansial yang nilainya sangat fluktuatif dipengaruhi oleh situasi ekonomi politik, tingkat inflasi dan suku bunga, Investasi di bidang properti walaupun juga terpengaruh faktor luar, tetapi perubahannya tidak akan terlalu cepat.
Lalu , tidak seperti investasi lain yang akan sangat bergantung pada seberapa banyak uang tunai yang Anda miliki, investasi properti dapat dilakukan dengan membayar uang muka saja sekitar 20-30% dari harga propertinya. Kemudian sisanya dapat dibiayai melalui pinjaman ke bank.
Dalam berinvestasi di properti juga bisa menghasilkan passive income yaitu dengan cara disewakan atau dikontrakkan dengan harga sewa yang lebih kompetitif kepada pihak yang membutuhkannya, dari hasil uang sewa, Anda dapat memperoleh arus kas rutin sebagai pemasukan untuk menjamin kestabilan finansial Anda.
Semakin banyak properti yang Anda miliki maka akan semakin besar pula arus kas yang akan Anda terima.
Tidak hanya itu, selain resiko yang ditanggung lebih kecil dibandingkan dengan jenis investasi yang lain, investasi property cukup memberikan laba dan keuntungan yang cukup besar. Luke Rowe dari Jones Lang Lasell Indonesia mengatakan bahwa harga beli properti perumahan dan apartemen berkisar pada Harga Rp.1.800.000.000 - 2.300.000.000 dapat disewakan dengan rentang penghasilan antara Rp.20.000.000 - 25.000.000 perbulannya. Belum lagi dengan tingkat okupansi properti komersil seperti gedung-gedung perkantoran di Jakarta mencapai 90% yang menyebabkan harga sewa melonjak naik dengan cepat.
Meskipun kelebihan berinvestasi di properti sangat banyak, ternyata berinvestasi di properti juga memiliki beberapa resiko seperti dana yang diperlukan cukup besar, likuiditas yang rendah, memerlukan perhatian berupa perawatan yang serius agar harga tidak turun. Lalu kekurangan lainnya dari investasi ini adalah regulasi pemerintah yang cukup berbelit-belit, mulai dari dilakukannya transaksi jual beli melalui peraturan perpajakan, tata kota dan ruang, hingga proses perijinan yang ketat.
Dan ada dua hal lagi yang membuat properti memiliki resiko besar, yakni kondisi pasar properti jatuh (crash property) dan peristiwa diluar kendali seperti bencana alam. Sehingga bukan tidak mungkin para investor akan mengalami apa yang namanya kebangkrutan. (neraca.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel terkait tips investasi properti lainnya silahkan baca Lima Alasan Kenapa Properti Masih Menjadi Pilihan Utama Berinvestasi.
Jenis investasi properti juga potensial. Mengapa potensial? Salah satu alasannya adalah harga properti yang cenderung selalu naik merupakan keuntungan bagi para investor. Properti yang dimaksud disini berupa tanah, rumah atau apartemen.
Pasar properti Indonesia sampai dengan hari ini memang masih cukup menggiurkan. Sedangkan pemainnya masih didominasi oleh pengusaha properti lokal. Selain itu, aliran dana asing juga cenderung mengalir deras ke pasar properti nasional.
Melihat prospek yang begitu menjanjikan di bisnis properti ini, pihak Bank juga memiliki produk properti yakni Kredit Pemilikan Apartemen dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPA / KPR).
Investasi properti memang menjanjikan keuntungan, namun para investor juga sebaiknya harus jeli dalam melihat kelebihan dan kekurangan investasi properti miliknya. Setidaknya ada beberapa keuntungan dari investasi properti, yaitu jika dibandingkan dengan instrumen investasi finansial yang nilainya sangat fluktuatif dipengaruhi oleh situasi ekonomi politik, tingkat inflasi dan suku bunga, Investasi di bidang properti walaupun juga terpengaruh faktor luar, tetapi perubahannya tidak akan terlalu cepat.
Lalu , tidak seperti investasi lain yang akan sangat bergantung pada seberapa banyak uang tunai yang Anda miliki, investasi properti dapat dilakukan dengan membayar uang muka saja sekitar 20-30% dari harga propertinya. Kemudian sisanya dapat dibiayai melalui pinjaman ke bank.
Dalam berinvestasi di properti juga bisa menghasilkan passive income yaitu dengan cara disewakan atau dikontrakkan dengan harga sewa yang lebih kompetitif kepada pihak yang membutuhkannya, dari hasil uang sewa, Anda dapat memperoleh arus kas rutin sebagai pemasukan untuk menjamin kestabilan finansial Anda.
Semakin banyak properti yang Anda miliki maka akan semakin besar pula arus kas yang akan Anda terima.
Tidak hanya itu, selain resiko yang ditanggung lebih kecil dibandingkan dengan jenis investasi yang lain, investasi property cukup memberikan laba dan keuntungan yang cukup besar. Luke Rowe dari Jones Lang Lasell Indonesia mengatakan bahwa harga beli properti perumahan dan apartemen berkisar pada Harga Rp.1.800.000.000 - 2.300.000.000 dapat disewakan dengan rentang penghasilan antara Rp.20.000.000 - 25.000.000 perbulannya. Belum lagi dengan tingkat okupansi properti komersil seperti gedung-gedung perkantoran di Jakarta mencapai 90% yang menyebabkan harga sewa melonjak naik dengan cepat.
Meskipun kelebihan berinvestasi di properti sangat banyak, ternyata berinvestasi di properti juga memiliki beberapa resiko seperti dana yang diperlukan cukup besar, likuiditas yang rendah, memerlukan perhatian berupa perawatan yang serius agar harga tidak turun. Lalu kekurangan lainnya dari investasi ini adalah regulasi pemerintah yang cukup berbelit-belit, mulai dari dilakukannya transaksi jual beli melalui peraturan perpajakan, tata kota dan ruang, hingga proses perijinan yang ketat.
Dan ada dua hal lagi yang membuat properti memiliki resiko besar, yakni kondisi pasar properti jatuh (crash property) dan peristiwa diluar kendali seperti bencana alam. Sehingga bukan tidak mungkin para investor akan mengalami apa yang namanya kebangkrutan. (neraca.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel terkait tips investasi properti lainnya silahkan baca Lima Alasan Kenapa Properti Masih Menjadi Pilihan Utama Berinvestasi.
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.
Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.
Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar